Malam
Melihat sepucuk foto yang kupunya,
Hatiku masi bergetar hingga hariini.
Segumpal perasaan yang aku sendiripun tidak tau apa artinya.
Entah apa yang terjadi dalam hatiku saat ini.
Mungkin benar,
Semakin mencintai, semakin ikhlas melepaskan,
Dan aku rasakan itu.
Hanya dengan melihatmu dalam rekaman lalu,
Sudah bisa membuatku tenang,
Setidaknya aku pernah menjadi bagian dalam dirimu,
Walaupun tidak terhitung lama.
Aku merindukanmu,
Terdengar konyol memang,
Dengan situasi kamu bersama oranglain saat ini.
Tapi aku bisa apa?
Cukup merindukanmu saja melalui ruang mimpiku,
Dan cukup mencintaimu dengan caraku sendiri.
Ingat,
Doaku selalu bersamamu kemanapun kamu pergi,
Selamat tidur untukmu.
Hatiku masi bergetar hingga hariini.
Segumpal perasaan yang aku sendiripun tidak tau apa artinya.
Entah apa yang terjadi dalam hatiku saat ini.
Mungkin benar,
Semakin mencintai, semakin ikhlas melepaskan,
Dan aku rasakan itu.
Hanya dengan melihatmu dalam rekaman lalu,
Sudah bisa membuatku tenang,
Setidaknya aku pernah menjadi bagian dalam dirimu,
Walaupun tidak terhitung lama.
Aku merindukanmu,
Terdengar konyol memang,
Dengan situasi kamu bersama oranglain saat ini.
Tapi aku bisa apa?
Cukup merindukanmu saja melalui ruang mimpiku,
Dan cukup mencintaimu dengan caraku sendiri.
Ingat,
Doaku selalu bersamamu kemanapun kamu pergi,
Selamat tidur untukmu.
Comments
Post a Comment